Penulis Abdul Wahab Dai/Andi Firman Ontong Mappangile
MAKASSAR--Hasil penelitian Mohamed Syah Reza Pahlevi, S.T., bersama A Nurul Syahdiah M, S.T. (keduanya alumnus Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia/FT-UMI Makassar, Sulawesi Selatan) menunjukkan bahwa kondisi akses jalan menuju stasiun kereta api di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan masih memiliki keterbatasan dalam hal kualitas perkerasan, lebar jalan, dan konektivitas jaringan transportasi.
"Analisis spasial mengidentifikasi beberapa ruas jalan dengan tingkat pelayanan yang kurang optimal. Kesimpulannya, diperlukan upaya peningkatan infrastruktur jalan akses stasiun untuk mendukung efektivitas sistem transportasi kereta api di wilayah tersebut," ujar A. Nurul Syahdiah M dalam wawancara telepon siang ini.
Jumat (17/04/2026) ini A. Nurul Syahdiah M mengikuti acara Wisuda Program Sarjana di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan setelah menempu program Strata 1 di UMI Makassar dengan tugas akhir berjudul "Analisis Kondisi Kinerja Ketersediaan Akses Jalan ke Stasiun Kereta Api di Kabupaten Pangkep".
Menurutnya pengembangan infrastruktur transportasi kereta api memerlukan sistem aksesibilitas jalan yang memadai untuk mendukung mobilitas penumpang.
Penelitian ini menganalisis kinerja ketersediaan akses jalan menuju stasiun kereta api di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kajian menggunakan teori sistem transportasi terpadu dan konsep aksesibilitas yang dikemukakan oleh Tamin (2000) serta Morlok (1991), dengan pendekatan analisis spasial (Lokasi, Geometrik, dan Stakeholder) menggunakan Geographic Information System (GIS).
Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui survei lapangan, pengukuran geometrik jalan, dan analisis kondisi eksisting infrastruktur.
Penggalian data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi, dan pemetaan digital menggunakan QGIS.
A Nurul Syahdiah M melanjutkan bahwa berdasarkan hasil analisis, karakteristik lalu lintas pada akses ruas jalan menuju Stasiun Kereta Api di Kabupaten Pangkep menunjukkan volume lalu lintas yang aman pada jam sibuk dengan dominasi kendaraan pribadi, yang mencerminkan minimnya aktivitas pergerakan menuju stasiun dan dari stasiun.
Studi Mohamed Syah Reza Pahlevi bersama A Nurul Syahdiah menyebutkan bahwa berdasarkan kondisi fisik dan kualitas akses jalan terbukti berpengaruh terhadap kecepatan kendaraan dan waktu tempuh menuju stasiun.
Ruas jalan dengan permukaan perkerasan yang kurang baik, lebar terbatas, serta minim fasilitas pendukung cenderung menghasilkan kecepatan perjalanan yang lebih rendah dan waktu tempuh yang lebih lama.
Sebaliknya, ruas jalan dengan kondisi geometrik dan perkerasan yang baik mampu mendukung kecepatan arus yang lebih stabil dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas infrastruktur jalan akses memiliki peran penting dalam menentukan efektivitas perjalanan menuju stasiun serta tingkat kemudahan masyarakat dalam memanfaatkan transportasi kereta api.
Keduanya pun menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Pangkep mempertahankan kondisi kinerja lalu lintas yang sudah baik melalui pengelolaan dan pemeliharaan rutin prasarana jalan.
Mengingat dominasi kendaraan pribadi dan masih minimnya aktivitas pergerakan menuju dan dari stasiun, disarankan adanya penguatan kebijakan integrasi antarmoda melalui penyediaan dan optimalisasi angkutan pengumpan (feeder) serta fasilitas park and ride.
"Pengembangan prasarana jalan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan berbasis proyeksi kebutuhan jangka menengah dan panjang, khususnya untuk mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas akibat pertumbuhan penumpang kereta api," mereka melanjutkan.
Disarankan agar dilakukan pemantauan dan evaluasi lalu lintas secara berkala, terutama pada jam sibuk, guna mendeteksi potensi perubahan karakteristik lalu lintas sejak dini.
A Nurul Syahdiah M, S.T. adalah putri dari Ir. H. Andi Rustam Madami, S.T., M.T./Hj. Besse Sunarti di Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Foto: Arsip Keluarga



