TAKALAR--Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai pusat belajar masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja Pengelolaan TBM yang berfokus pada kegiatan inventarisasi koleksi buku di Taman Baca Masyarakat (TBM) Kompas Literasi, Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari 18–21 Juli 2026 ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung pengelolaan koleksi buku yang lebih sistematis, tertata, dan berkelanjutan.
Program kerja tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap pentingnya sistem administrasi koleksi yang baik dalam menunjang layanan literasi. Inventarisasi koleksi buku tidak hanya bertujuan mendata jumlah buku yang dimiliki TBM, tetapi juga memastikan setiap koleksi memiliki identitas, kondisi, serta klasifikasi yang jelas sehingga lebih mudah dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kegiatan diawali pada 18 Juli 2026 dengan pembersihan rak buku untuk menciptakan ruang baca yang lebih bersih, rapi, dan nyaman. Setelah itu, mahasiswa melakukan klasifikasi koleksi buku berdasarkan jenjang pembaca (jenjang buku bacaan PAUD, SD/MI, A, B1, B2, B3, C, level 1-4) mulai dari buku anak usia dini, sekolah dasar, remaja, hingga bacaan umum.
Pengelompokan tersebut bertujuan mempermudah pengunjung menemukan bahan bacaan sesuai usia dan kebutuhan, sekaligus mendukung sistem penataan koleksi yang lebih terstruktur.
Pada tanggal 19 dan 20 Juli 2026 mahasiswa melaksanakan proses inventarisasi koleksi buku secara menyeluruh. Setiap buku didata melalui lembar bentang Google (Google spreadsheet) dengan mencatat informasi penting, seperti judul buku, nama pengarang, penerbit, tahun terbit, subjek buku, sumber buku, hingga kondisi fisik koleksi.
Pendataan digital ini diharapkan mampu menghasilkan basis data yang akurat, memudahkan proses pencarian koleksi, serta menjadi acuan dalam pengelolaan dan pengembangan TBM di masa mendatang.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada tanggal 21 Juli 2026 dengan pemberian nomor inventaris pada setiap koleksi buku sesuai sistem penomoran yang telah disusun. Nomor inventaris tersebut menjadi identitas resmi setiap buku sehingga memudahkan proses administrasi, penelusuran koleksi, serta pengawasan terhadap keberadaan buku di TBM Kompas Literasi.
Penanggung jawab TBM Kompas Literasi Muhammad Yusuf memberikan apresiasi terhadap keberhasilan kegiatan inventarisasi tersebut, "Terima kasih banyak atas ketelatenannya. Inventarisasi yang Kalian lakukan ini bukan hanya.merapikan rak, tetapi menghidupkan kembali sistem TBM kami. Kontribusi nyata Kalian sangat berarti untuk TBM Kompas Literasi ke depan!," ucapnya dengan penuh kebanggaan.
Selain memberikan manfaat administratif, kegiatan ini juga menjadi bentuk transfer pengetahuan kepada pengelola TBM mengenai pentingnya pengelolaan koleksi yang berbasis data. Dengan sistem inventaris yang tertata, keberlangsungan layanan literasi dapat terus dijaga meskipun terjadi penambahan maupun pembaruan koleksi di masa mendatang.
Melalui kegiatan Inventarisasi Koleksi Buku, Mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin berharap TBM Kompas Literasi semakin berkembang sebagai pusat literasi desa yang memiliki tata kelola koleksi yang profesional, nyaman, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa penguatan budaya literasi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan membaca, tetapi juga melalui pengelolaan koleksi yang rapi, akurat, dan berkelanjutan sebagai fondasi layanan literasi yang berkualitas.
Narasi/Foto: Posko Desa Bontomanai KKN-T Literasi Unhas Gel.116
Editor: Abdul Wahab Dai




