Liputan Muhammad Annas
Editor: Abdul Wahab Dai
GOWA-Tradisi keikutsertaan Pontren Al-Mubarak DDI Tobarakka pada ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) terus dipupuk oleh para santri dan pembina pondok pesantren yang bermarkas di Kelurahan Tobarakka, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo ini.
Pada edisi Olimpiade Bahasa Arab (OBA) Nasional ke-9 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar Sabtu (29/08/2026) akhir pekan ini oleh Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (F-MGMP) Bahasa Arab Provinsi Sulawesi Selatan, pontren dengan Pimpinan Pondok AG. Dr. A. Muh. Yusuf Galigo, S.Ag., M.A. ini kembali mengikutsertakan beberapa santri ke kompetisi bahasa Arab paling bergengsi di Tanah Air ini.
OBA Nasional Sulawesi Selatan kali ini dihelat di Pondok Pesantren Modern Al-Fityan Gowa (Jalan Poros Kanjilo, Barombong, Kabupaten Gowa). Al-Mubarak pun meloloskan santri-santri Muh Akbar Juara II Kategori 3 (Kelas XII D MA), Andi Soulthan Athillah Juara III Kategori 7 (Kelas IX D MTs), Mufidah Salsabilah Juara Harapan I Kategori 7 (Kelas IX C MTs), Sementara Suhaila Ilma Nafiah dari Kelas VI MI menjadi peserta pertama dari MI Al-Mubarak di mana selama ini Al-Mubarak hanya mengutus santri-santri MTs dan MA.
OBA Sulsel dihadiri oleh Direktur PPM Al-Fityan Gowa Muhammad Fauzi Rahman, Lc., Pimpinan Pondok, para kepala madrasah di lingkungan Al-Fityan Gowa serta para pembina dan pembimbing yang menyertai santri-santri dan santriwati peserta OBA Sulsel.
Terpantau hadir pula Salihudidin, S.Ag. C.ET. Ketua Forum MGMP Bahasa Arab Provinsi Sulsel, Kabid Pendmad Kanwil Kemenag Sulsel Dr. H. Wahyudin Hakim, S.Pd., M.Hum. sekaligus membuka OBA Nasional Sulsel ke-9.
"Tujuan kegiatan ini bukan hanya sekedar mencari juara dan berakhir di Olimpiade namun bagaimana kita menghidupkan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari karena bahasa Arab itu telah mendunia sebagai bahasa internasional," ujar Muhammad Fauzi Rahman.
Fauzi melanjutkan bahwa belajar bahasa Arab adalah investasi yang bisa membuka cakrawala berpikir dan mempelajari ilmu pengetahuan bahasa Arab adalah alat untuk menguasai ilmu-ilmu agama.
Sementara itu Salihudidin mengatakan bahasa Arab bukan sekadar pelajaran di Kelas, bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur'an, bahasa Rasulullah Muhammad saw, dan bahasa ilmu pengetahuan dan peradaban. "Tidak rugi kalau kita belajar bahasa Arab. Pelajarilah bahasa Arab dengan baik dan betul insyaallah Kalian akan mendapatkan manfaatnya dalam kehidupan," tutupnya di hadapan audiens Pembukaan OBA Sulsel.
Pondok Pesantren Al-Mubarak DDI Tobarakka masih menunggu pengumuman perihal kuota Sulsel yang akan berlaga di OBA Nasional ke-9 Tahun 2026.
Foto: Muhammad Annas








