Penulis: Sulaeman Nyampa
Direktur Lazismu Wajo
WAJO--Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lazismu Kabupaten Wajo Tahun 2026 tidak sekadar menjadi forum penyusunan program kerja organisasi. Mengusung tema "Lazismu Kuat, Muhammadiyah Maju: Membangun Kemandirian dan Berdampak Luas" Rakerda yang digelar di Muhammadiyah Cabang Belawa, Selasa (28/7/2026), menghadirkan berbagai program pemberdayaan dan aksi filantropi sebagai wujud nyata dakwah sosial Muhammadiyah yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Berbagai agenda strategis dilaksanakan dalam satu rangkaian kegiatan, mulai dari peresmian dan penyerahan sumur bor Lazismu kepada Jamaah Tani Muhammadiyah, penyerahan bibit pertanian dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM Sulawesi Selatan, tanam raya cabai dan jagung, pengukuhan Jamaah Tani Muhammadiyah Kabupaten Wajo, penyerahan bantuan pembangunan Masjid Muhammadiyah Cabang Belawa, bantuan untuk SMP Muhammadiyah Cabang Belawa, penyerahan wakaf sebanyak 1.120 eksemplar buku Iqra, hingga aksi Sedekah Darah, sebuah gerakan filantropi kemanusiaan yang mengajak warga Persyarikatan dan masyarakat untuk berbagi kehidupan melalui donor darah.
Kegiatan Sedekah Darah menjadi salah satu warna baru dalam pelaksanaan Rakerda. Gerakan ini menunjukkan bahwa filantropi yang dibangun Lazismu tidak hanya berorientasi pada penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga diwujudkan dalam aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi sesama.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Sedekah Darah diharapkan mampu meningkatkan kepedulian sosial sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Rakerda tahun ini juga mendapat perhatian besar dari Persyarikatan dengan hadirnya tiga pimpinan Muhammadiyah tingkat wilayah, yakni Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM Sulawesi Selatan Prof. Dr. H. Rasyid Masri, M.Ag., M.Si., serta Ketua Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan Prof. Dr. Mahmuddin, M.Ag.
Turut hadir jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wajo, di antaranya Sekretaris PDM Wajo Dr. Hasbi Abbas, M.T., Wakil Ketua PDM Drs. H. Andi Kandacong, M.M., Wakil Ketua PDM Sulaeman Nyampa, S.Fil.I., bersama seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Wajo, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), pengurus masjid Muhammadiyah, serta organisasi otonom Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Ketua PWM Sulawesi Selatan, Prof. Ambo Asse, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Muhammadiyah tidak hanya terletak pada banyaknya program yang dijalankan, tetapi sejauh mana program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Muhammadiyah harus memastikan setiap program memiliki dampak yang luas. Bantuan sumur bor dari Lazismu dan bantuan bibit pertanian dari MPM menjadi bukti bahwa Muhammadiyah hadir dengan kerja nyata.
Dakwah harus mampu menjawab kebutuhan umat melalui aksi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua MPM PWM Sulawesi Selatan, Prof. Rasyid Masri, menilai kolaborasi antarmajelis dan lembaga merupakan kekuatan strategis Persyarikatan dalam memperluas manfaat program.
"Kolaborasi lintas majelis dan lembaga menjadi modal besar Muhammadiyah. Ketika seluruh potensi disinergikan, satu program mampu menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan, Prof. Mahmuddin, menegaskan bahwa arah gerakan Lazismu ke depan adalah memperkuat program-program pemberdayaan produktif yang dipadukan dengan gerakan filantropi kemanusiaan.
"Lazismu akan terus menghadirkan program yang mendorong kemandirian ekonomi umat. Harapan kami, masyarakat yang hari ini menjadi mustahik, kelak dapat tumbuh menjadi muzakki. Di sisi lain, gerakan filantropi seperti Sedekah Darah menjadi bukti bahwa Lazismu juga hadir untuk melayani nilai-nilai kemanusiaan yang lebih luas," ungkapnya.
Mewakili PDM Wajo, Wakil Ketua PDM Wajo Sulaeman Nyampa memberikan apresiasi atas pelaksanaan Rakerda Lazismu Wajo yang dinilai berhasil memadukan konsolidasi organisasi dengan aksi pemberdayaan masyarakat.
"Kami mengapresiasi Lazismu Wajo yang mampu menghadirkan tiga pimpinan wilayah dalam satu kegiatan. Lebih dari itu, Rakerda ini memperlihatkan sebuah gerakan yang luar biasa, satu kegiatan tetapi melahirkan banyak manfaat. Ada penguatan sektor pertanian, pendidikan, dakwah, kesehatan melalui Sedekah Darah, hingga pembangunan sarana ibadah. Inilah implementasi nyata dari tema Rakerda, yakni membangun kemandirian dan berdampak luas," ujarnya.
Rakerda diikuti oleh seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Wajo, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, pengurus masjid Muhammadiyah, serta pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah.
Pelaksanaan Rakerda Lazismu Wajo menjadi penegasan bahwa penguatan kelembagaan harus berjalan beriringan dengan gerakan pemberdayaan masyarakat dan filantropi kemanusiaan. Melalui kolaborasi Lazismu, Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Pimpinan Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah, dan seluruh elemen Persyarikatan, tema "Lazismu Kuat, Muhammadiyah Maju: Membangun Kemandirian dan Berdampak Luas" diwujudkan melalui aksi nyata, mulai dari pemberdayaan ekonomi, penguatan pendidikan, pembangunan sarana ibadah, penyediaan air bersih, hingga gerakan Sedekah Darah sebagai wujud kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Sumber Foto: Lazismu Wajo





