WAJO--Organisasi yang besar bukan hanya diukur dari banyaknya anggota, tetapi dari kemampuannya melahirkan kolaborasi, membangun sinergi, dan menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat.
Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Wajo yang mengusung tema Kolaborasi, Sinergi, dan Aksi Nyata Kegiatan Sabtu, 25/7/2026 di Cafe Lagota Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan.
"Bagi PDGI Cabang Wajo, rapat kerja bukan sekadar agenda rutin tahunan untuk menyusun program organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, menyelaraskan visi, mengevaluasi perjalanan organisasi, sekaligus merancang langkah-langkah strategis dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Kabupaten Wajo," ujar Ketua PDGI Cabang Wajo drg. Andi Fatahuddin, M.Adm.Kes., Sp.RKG. salam sambutannya
Andi Fatahuddin menegaskan bahwa organisasi profesi harus mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh anggotanya sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Menurutnya, tantangan pelayanan kesehatan gigi saat ini semakin kompleks sehingga tidak mungkin dijawab hanya dengan kerja individu. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat, sinergi antarpengurus dan anggota, serta komitmen untuk mewujudkan setiap gagasan dalam bentuk program yang nyata dan berkelanjutan.
"Kolaborasi bukan sekadar bekerja bersama, tetapi menyatukan hati, pikiran, dan tujuan. Ketika kita bersinergi, maka setiap tantangan akan menjadi peluang, dan ketika kita bergerak dalam aksi nyata, masyarakatlah yang akan merasakan manfaatnya," ungkapnya di hadapan peserta rapat kerja.
Dalam kesempatan tersebut Andi Fatahuddin juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan sumber daya manusia di lingkungan PDGI Cabang Wajo. Ia mengajak para dokter gigi, khususnya generasi muda, untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan spesialis.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap layanan dokter gigi spesialis akan terus meningkat seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi. Oleh karena itu, organisasi harus mampu menjadi penggerak yang memberikan motivasi, dukungan, dan semangat kepada anggotanya agar berani melanjutkan pendidikan spesialistik.
"Saya berharap semakin banyak putra-putri terbaik Kabupaten Wajo yang melanjutkan pendidikan spesialis. Organisasi ini akan semakin kuat apabila memiliki sumber daya manusia yang unggul. Investasi terbesar kita bukan hanya pada program kerja, tetapi pada kualitas anggotanya," tegasnya.
Ajakan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan profesi dan regenerasi dokter gigi spesialis di Kabupaten Wajo.
Kesuksesan penyelenggaraan rapat kerja tidak terlepas dari kerja keras panitia yang diketuai oleh drg. Ditha bersama seluruh tim pelaksana yang mempersiapkan kegiatan dengan penuh dedikasi.
Jalannya persidangan organisasi juga mendapat arahan dari drg. Asnidar selaku Koordinator Panitia Pemgarah (Steering Committee) yang memastikan setiap pembahasan berlangsung sistematis, produktif, dan tetap berada pada koridor visi organisasi.
Suasana rapat kerja semakin bermakna dengan hadirnya para mantan Ketua PDGI Cabang Wajo yang telah memberikan warna dalam perjalanan organisasi, yakni drg. Nur Asri Idrus, M.Kes. dan drg. Andi Jasriani, MARS. Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan dan bukti bahwa PDGI Cabang Wajo dibangun melalui estafet pengabdian yang terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sepanjang rapat kerja berlangsung, peserta melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan sekaligus menyusun rencana kerja yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Diskusi berlangsung dinamis dengan mengedepankan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan tanggung jawab organisasi.
Tema "Kolaborasi, Sinergi, dan Aksi Nyata" menjadi benang merah dalam seluruh pembahasan. Kolaborasi diwujudkan melalui penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, dan berbagai organisasi profesi. Sinergi dibangun melalui koordinasi yang erat antarbidang kepengurusan sehingga setiap program saling mendukung. Sementara aksi nyata menjadi komitmen agar setiap keputusan yang dihasilkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, mulai dari peningkatan kompetensi dokter gigi melalui pendidikan berkelanjutan, pengembangan kepemimpinan organisasi, penguatan pengabdian kepada masyarakat, edukasi kesehatan gigi dan mulut, hingga perluasan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten Wajo.
Di penghujung kegiatan, optimisme tampak menyelimuti seluruh peserta. Rapat kerja ini tidak hanya menghasilkan program kerja, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan bersama akan menghasilkan perubahan besar bagi masyarakat.
Dengan semangat yang diwariskan para pendahulu dan diteruskan oleh kepengurusan saat ini, PDGI Cabang Wajo menatap masa depan dengan penuh optimisme. Di bawah kepemimpinan drg. Andi Fatahuddin, M.Adm.Kes., Sp.RKG., organisasi ini berkomitmen terus melahirkan dokter gigi yang profesional, mendorong lahirnya lebih banyak dokter gigi spesialis, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, serta menghadirkan aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Sebab pada akhirnya, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya terletak pada program yang disusun, tetapi pada komitmen seluruh anggotanya untuk terus belajar, saling mendukung, dan mengabdikan ilmu bagi kemaslahatan masyarakat. Itulah makna sesungguhnya dari Kolaborasi, Sinergi, dan Aksi Nyata yang kini menjadi semangat baru perjalanan PDGI Cabang Wajo.
Raker pun ditutup dilanjutkan dengan libur tinggal surlam (sunset staycation) di pesisir pantai Paputo dan diakhiti dengan santap malam di RM Villa kembar.
Narasi/Foto: PDGI Cabang Wajo
Editor: Abdul Wahab Dai




