Penulis: Andi Muh. Abdan Acib
BANTAENG--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Perubahan Iklim Gelombang 116 Posko Kaloling 2 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa Pembuatan Rocket Stove (Tungku Pembakaran Biomassa) yang berlangsung pada 27–30 Juli 2026 di area dekat Lapangan Futsal Desa Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan.
Program kerja ini diprakarsai oleh Andi Muh. Abdan Acib sebagai salah satu upaya menghadirkan teknologi sederhana yang lebih ramah lingkungan dan mendukung pengurangan emisi dari proses pembakaran.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya penggunaan metode pembakaran konvensional yang menghasilkan banyak asap dan kurang efisien dalam penggunaan bahan bakar. Sebagai bagian dari tema KKNT Perubahan Iklim, pembuatan rocket stove (kompor roket) dipilih karena memiliki sistem pembakaran yang lebih optimal sehingga mampu menghasilkan panas yang tinggi dengan penggunaan bahan bakar yang lebih hemat serta menghasilkan asap yang lebih sedikit dibandingkan tungku konvensional.
Proses pembuatan tungku roket dilakukan secara bertahap selama empat hari, mulai dari persiapan bahan dan perakitan hingga penyempurnaan konstruksi agar dapat berfungsi dengan baik. Setelah seluruh proses selesai, dilakukan uji coba pembakaran pada 30 Juli 2026 untuk memastikan kinerja tungku roket. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kompor roket berhasil berfungsi dengan baik dan menghasilkan pembakaran yang lebih efisien dengan asap yang relatif minim.
Keberhasilan uji coba tersebut menunjukkan bahwa "rocket stove" dapat menjadi salah satu alternatif teknologi sederhana yang berpotensi diterapkan oleh masyarakat sebagai kompor yang lebih hemat bahan bakar dan lebih ramah lingkungan.
Selain itu, hasil pembuatan ini juga menjadi media edukasi yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan mengenai pemilahan sampah dan penggunaan tungku pembakaran biomassa kepada masyarakat Desa Kaloling.
Melalui program kerja ini, diharapkan masyarakat dapat mengenal serta memanfaatkan tungku roket sebagai alternatif yang lebih efisien dibandingkan metode pembakaran konvensional.
Inovasi sederhana ini diharapkan mampu mendukung upaya pengurangan emisi, meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, serta menjadi salah satu bentuk kontribusi Mahasiswa KKNT Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.
Foto: Andi Muh. Abdan Acib


