Penyunting: Abdul Wahab Dai
WAJO – drg. Andi Fatahuddin, M.Adm.Kes, Sp.RKG terpilih sebagai Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Wajo periode 2025–2030.
Andi Fatahuddin --alumnus Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas Angkatan 1998-- terpilih saat Musyawarah Cabang PDGI Wajo Periode 2022-2025 yang digelar Jumat (09/01/2026) di Terrace BBC Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Dokter Fatah melanjutkan roda organisasi dari kepemimpinan drg. Hj. Andi Jasriani, M.A.R.S, sebagai Ketua Cabang pada dua periode sebelumnya (2019-2022 dan 2022-2025).
Selain aktif dalam praktik klinis Andi Fatahuddin tercatat sebagai Ketua Bidang Pengembangan Masyarakat Milenial, Pemuda, dan Olahraga pada Pengurus Daerah (PD) IKA Unhas Wajo 2022-2026.
Sebelum Muscab, PDGI Cabang Wajo menggelar anjangsana berupa imunisasi gigi anak di TPQ Hafidz Hafidzah Auladul Jannah di Jalan Sungai Bulete No. 38 B Sengkang.
Kegiatan ini mengusung tema “Profesionalisme Dokter Gigi Menuju PDGI Wajo yang Berintegritas dan Melayani” sebagai wujud upaya preventif dan memberikan edukasi kesehatan gigi-mulut sejak usia dini.
Muscab dibuka oleh Dr. drg. Armin, M.A.R.S. sebagai Pembina/Penasihat Organisasi PDGI dan selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabuparen Wajo
Dokter Armin menyampaikan angin segar bahwa dalam waktu dekat untuk beberapa puskesmas akan didatangkan unit perawatan gigi (dental unit) yang merupakan salah satu komitmen Pemkab Wajo untuk menjamin terselenggaranya pelayanan Kesehatan gigi di Layanan FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama).
Turut hadir saat Muscab Direktur RSUD Lamaddukelleng drg. Hj. Andi Ela Hafid, M.Kes. yang mengatakan akan selalu dalam koridor memaksimalkan layanan dokter/dokter gigi spesialistik sebagai perwujudan Visi dan Misi Pemerintah Daerah serta memastikan setiap saat pemberian layanan kesehatan yang berorientasi keselamatan pasien dan menjamin mutu layanan ke semua pengunjung rumah sakit.
Dokter Fatah dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Dokter Teladan 2019 ini menekankan bahwa melalui momentum ini diharapkan PDGI Cabang Wajo di era JKN semakin profesional, berintegritas, dan inovatif, mampu memberikan layanan kesehatan gigi dan mulut yang berstandar, dan menjamin mutu layanan bagi seluruh masyarakat Wajo.
Sebagai rujukan, hasil dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa data kesehatan berdasarkan Riskesdas 2018 dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI): 57,6 persen penduduk Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut, 50–57 persen masyarakat mengalami karies gigi, 37 persen mengalami kehilangan gigi, 12,4 persen mengalami penyakit gusi (periodontal), dan hanya kurang lebih 11,2 persen yang mencari pengobatan ke tenaga kesehatan gigi.
Kelompok anak usia sekolah dasar termasuk kelompok dengan risiko karies tertinggi dan rendahnya kebiasaan menyikat gigi dengan benar menjadi faktor utama.
Melansir pernyataan Menteri Kesehatan RI Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU., yang menekankan urgensi peningkatan layanan kesehatan gigi meliputi edukasi, pemeriksaan rutin, dan pencegahan sejak dini.
Dalam sebuah sambutan resmi Menkes menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi PDGI, dan tenaga kesehatan antarprofesi harus terus diperkuat untuk menurunkan prevalensi penyakit gigi dan mulut secara signifikan.
“Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan yang paling tinggi di masyarakat. Peran dokter gigi harus diperkuat, bukan hanya mengobati, tetapi juga mendidik dan mencegah sejak dini.”
Meskipun demikian, lanjut Dokter Fatah, tidak bisa dimungkiri bahwa tantangan layanan kesehatan masih sangat kompleks dan sangat dinamis di antaranya ketimpangan untuk mengakses dokter gigi, masih rendahnya edukasi promotif dan preventif termasuk pemeriksaan gigi rutin 6 bulan sekali belum menjadi budaya masyarakat, sehingga peran strategis PDGI Cabang Wajo harus hadir dengan memperluas edukasi kesehatan gigi berbasis komunitas serta mendukung program promotif dan preventif yang sifatnya lokal hingga nasional.
"PDGI Wajo harus bergandengan dengan Pemerintah Daerah sebagai mitra strategis untuk advokasi kesehatan, berpartisipasi memberikan masukan dan saran akan ketersediaan pelayanan kesehatan baik di puskesmas sebagai layanan dasar FKTP hingga ke rumah sakit untuk layanan spesialistik," ujar Dokter Fatah.
Naskah: Andi Fatahuddin/Abdul Wahab Dai
Foto: Andi Fatahuddin






