Editor: Abdul Wahab Dai
WAJO--Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Wajo yang baru dilantik hari Minggu lalu 24/04/2026 dr. H. Muhammad Junaid, Sp.N., M.Adm.Kes., menegaskan komitmen organisasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dokter serta menjunjung tinggi etika kedokteran.
M Junaid juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Demikian M Junaid berbicara setelah dilantik.
Pengurus Harian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Wajo Periode.2026–2029 dilantik di Ballroom Sallo Hotel Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan dengan tema “IDI Wajo untuk Masyarakat: Profesional, Beretika, dan Bersinergi dalam Teknologi Kesehatan”.
Ketua IDI Wilayah Sulawesi Selatan Dr. dr. Siswanto Wahab, Sp.DVE., Subsp.OBK(K), FINSDV, FAADV menyampaikan bahwa IDI harus menjadi garda terdepan dalam menjaga mutu layanan kesehatan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan transformasi sistem kesehatan, termasuk digitalisasi layanan dan pemanfaatan teknologi medis terkini.
Pemerintah Kabupaten Wajo yang diwakili oleh Wakil Bupati, dr. H. Baso Rahmanuddin Makkaraka, M.M., M.Kes., --yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo-- menyampaikan apresiasi atas peran IDI selama ini dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan IDI, khususnya dalam penguatan layanan kesehatan berbasis teknologi, peningkatan fasilitas kesehatan, serta pemerataan pelayanan medis bagi masyarakat.
M. Junaid keluar sebagai peraih suara terbanyak saat Musyawarah Cabang (Muscab) IDI Wajo yang berlangsung Sabtu (28/02/2026) silam di Aula Pertemuan Sallo Hotel Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Kala itu forum musyawarah menyepakati mekanisme pemilihan ketua melalui voting atau pemungutan suara.
Pada siang hingga sore hari, acara Pelantiikan dilanjutkan dengan seminar ilmiah yang menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Materi yang dibahas meliputi Strategi Skrining Infeksi Menular Seksual (IMS) di layanan primer, etika profesi dalam era transformasi kesehatan, serta terapi cairan yang optimal di fasilitas pelayanan kesehatan.
Seminar ini menjadi wadah pembelajaran dan diskusi ilmiah bagi para dokter untuk memperbarui wawasan dan meningkatkan kompetensi profesional.
Acara pelantikan dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo dan sejumlah perwakilan Forkopimda Kabupaten Wajo, Pengurus IDI Wilayah Sulawesi Selatan, para direktur RS se-Kabupaten Wajo, para Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Wajo, dan perwakilan organisasi profesi kesehatan.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan registrasi peserta dilanjutkan prosesi penyambutan tamu melalui pengalungan sutera dan tarian tradisional dari Sanggar Seni Ale’ Kawa.
Suasana semakin khidmat saat acara resmi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne IDI, serta pembacaan lafal sumpah dokter. Prosesi inti pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan pengurus IDI Cabang Wajo Periode 2026–2029, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan oleh Ketua IDI Wilayah Sulawesi Selatan, penyerahan simbolis jabatan, serta penandatanganan berita acara serah terima kepengurusan.
Kegiatan ditutup dengan harapan besar agar kepengurusan baru IDI Cabang Wajo mampu menjalankan program kerja secara optimal, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Sumber Foto: Marsal, Facebook Karmiladi





