Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
© Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Pembekalan Evidence Based Learning II (EBL-II): Mahasiswa Gizi FKM Unhas Siap Mengidentifikasi Masalah Gizi di Masyarakat

Selasa, 21 Juli 2026 Last Updated 2026-07-22T05:03:18Z

  



Makassar - KAREBACELEBES, 22 Juli 2023 – Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) secara resmi membuka kegiatan Pembekalan Evidence Based Learning II (EBL-II) yang berlangsung pada 22–23 Juli 2023 di Aula Prof. Sirajuddin Beku, FKM Unhas. Kegiatan ini diikuti oleh 108 mahasiswa yang akan melaksanakan pembelajaran berbasis lapangan sebagai bagian dari implementasi kurikulum berbasis kompetensi.


Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen pendamping, serta tim pengelola EBL. Pembekalan ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum melaksanakan kegiatan EBL-II di masyarakat, sekaligus menyamakan pemahaman mengenai tahapan, metode, serta luaran yang diharapkan selama pelaksanaan kegiatan.


Evidence Based Learning II (EBL-II) merupakan tahapan lanjutan dari EBL-I (Memahami Masalah Gizi). Jika pada EBL-I mahasiswa berfokus pada pengumpulan data dan pemahaman kondisi gizi masyarakat, maka pada EBL-II mahasiswa diarahkan untuk melakukan analisis mendalam terhadap data yang telah diperoleh guna menentukan masalah gizi prioritas beserta faktor-faktor penyebabnya sebagai dasar penyusunan intervensi pada tahapan berikutnya.


Dalam sambutannya, Ketua Pengelola Evidence Based Learning (EBL), Safrullah Amir, S.Gz., MPH, menjelaskan bahwa EBL-II merupakan kelanjutan yang tidak terpisahkan dari EBL-I. Mahasiswa akan kembali ke lokasi yang sama agar dapat melakukan analisis secara berkesinambungan terhadap data yang telah dikumpulkan sebelumnya. Tahun ini, kegiatan EBL-II dilaksanakan di 13 desa di Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, sehingga mahasiswa dapat melanjutkan proses identifikasi masalah gizi berdasarkan kondisi riil masyarakat yang telah mereka pelajari pada tahap sebelumnya. Pendekatan berkelanjutan ini diharapkan menghasilkan analisis yang lebih komprehensif dan mampu menjadi dasar dalam penyusunan program intervensi gizi yang tepat sasaran.


Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas, Dr. Abdul Salam, SKM, M.Kes., Dietisien, menyampaikan bahwa pelaksanaan EBL merupakan bagian penting dari implementasi kurikulum Program Studi S1 Ilmu Gizi, khususnya dalam mendukung konversi Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK). Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung di masyarakat yang memungkinkan mereka mengintegrasikan teori, keterampilan analisis, komunikasi, serta pemecahan masalah dalam konteks nyata. Menurutnya, EBL menjadi wahana bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi profesional sebagai calon nutrisionis yang mampu berpikir kritis, berbasis bukti ilmiah, dan responsif terhadap permasalahan kesehatan masyarakat.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKM Unhas, Dr. Wahiduddin, SKM, M.Kes., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan EBL sebagai salah satu bentuk pembelajaran unggulan di FKM Unhas. Beliau menekankan bahwa selain berkontribusi terhadap pemenuhan Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK), hasil-hasil yang diperoleh selama pelaksanaan EBL memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi. Dengan pendampingan dosen, analisis data yang dihasilkan mahasiswa dapat diolah menjadi artikel ilmiah yang memenuhi persyaratan akademik, sehingga berpotensi menjadi alternatif penyelesaian tugas akhir sesuai dengan kebijakan akademik yang berlaku. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk memanfaatkan setiap tahapan EBL secara optimal, mulai dari pengumpulan data, analisis, hingga penyusunan luaran ilmiah yang berkualitas.


Selama dua hari pembekalan, mahasiswa akan memperoleh berbagai materi terkait metode analisis masalah gizi, penentuan prioritas masalah, analisis faktor penyebab, penyusunan rekomendasi intervensi berbasis bukti, hingga teknis pelaksanaan kegiatan di lapangan. Pembekalan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis yang kuat sehingga pelaksanaan EBL-II dapat berjalan secara sistematis, ilmiah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah sasaran.


Melalui kegiatan Evidence Based Learning, Program Studi S1 Ilmu Gizi FKM Universitas Hasanuddin terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menerapkan pendekatan berbasis bukti dalam menyelesaikan berbagai permasalahan gizi di masyarakat. Sinergi antara pembelajaran di kelas dan pengalaman lapangan diharapkan mampu melahirkan inovasi serta rekomendasi yang mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Berita Lainnya

Tampilkan

  • Pembekalan Evidence Based Learning II (EBL-II): Mahasiswa Gizi FKM Unhas Siap Mengidentifikasi Masalah Gizi di Masyarakat
  • 0

Terkini