Notification

×
© Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Esai: Bekas Mahasiswa Berjaket Merah

Admin
Jumat, 29 Juli 2022 Last Updated 2022-07-29T22:28:36Z


WAJO-Seratusan alumni di Bumi Lamaddukkelleng (Kabupaten Wajo) diramalkan bakal meramaikan perhelatan Musyawarah Daerah I bekas mahasiswa Kampus Merah, Universitas Hasanuddin Makassar yang menyandang nama besar Muhammad Bakir I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape yang bergelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana.


Menyandang nama Sultan Gowa ke-16, dua ratus ribuan jebolan Universitas Hasanuddin  yang pernah "menyusu" ke almamaternya, kini teserak ke seluruh dunia.


Tidak ketinggalan bekas mahasiswa berjaket merah ini di Bumi Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.


Mereka adalah alumnus-alumnus lintas zaman, lintas angkatan, lintas fakultas, dan lintas strata yang mungkin tidak saling mengenal.


Ada yang menyaksikan peralihan kekuasaan 1965-1966, ada pula yang menjadi saksi peristiwa Lapangan Catur di Baraya. 


Ada yang tidak melewatkan "peristiwa helem" 1980-an, Black September 1990-an. Pembakaran kotak suara pada pemilihan SMUH, dan krisis moneter 1998 yang diikuti peralihan orde setelahnya.


Sebagian dari peristiwa ini sejatinya ada yang tidak diharapkan. Akan tetapi itulah takdir zaman. Kita tinggal dapat merenunginya dan mengambil hikmah darinya.


Ada pula yang menekuri hari-harinya pada level pascasarjana, doktoral, atau mereka yang berkuliah pada era Orde Baru dan pada "orde baru-baru ini."


Kampus Merah dengan nilai-nilai Unhas yang dibawa oleh alumninya adalah sebuah renjana.


Pada Musda I IKA Unhas Wajo ini mereka akan menghadiri sebuah "riung alumni". Ya, temu alumni yang dikemas lebih dari sebuah paguyuban.


Riung ini akan berlangsung dengan tertib yang diawali dengan pembahasan tata tertib hingga berakhir pemilihan formatur.


Panitia Pengarah yang diutus oleh petinggi IKA akan datang sebagai fasilitator Musda.


Mereka akan bermusyawarah dengan riang gembira disemangati oleh lagu Mars Unhas yang menggelegar dan Himne Unhas yang syahdu.


Mereka mencari berkah dengan silaturahmi di gedung legendaris, Gedung Arma, Sengkang Kota Sutera. Mereka mencintai daerahnya, almamaternya, dan bangsanya.


Abdul Wahab Dai, alumnus Sastra Prancis Unhas, tinggal di Wajo


Berita Lainnya

Tampilkan

  • Esai: Bekas Mahasiswa Berjaket Merah
  • 0

Terkini