Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
© Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Pergulatan Ali dan Dilla Melahirkan Lagu "Soro Lempu" Lagu Latar Film Mattaro Janci

Admin
Jumat, 13 Februari 2026 Last Updated 2026-02-13T15:14:17Z

 


Oleh Abdul Wahab Dai


WAJO--Lagu genre Bugis semi-orkestra Soro Lempu sebagai lagu latar film Mattaro Janci lahir dengan segala dinamika. Fadillah Apriliani Firsan atau Dilla April yang sedang menempuh Program Profesi Ners di Universitas Muslim Indonesia (UMI Makassar) dan tamat S1 Keperawatan di Universitas Puangrimaggalatung/Uniprima Sengkang) ini mendaku awalnya begitu sulit menemukan suara yang pas dan dirinya harus melakukan berulang-ulang pengambilan vokal.


Dilla yang merasa "bukan Dilla banget" pada lagu ini musabab dirinya justru selama ini bernyanyi dengan genre religi dan Arab harus berjuang mendapatkan aura yang pas untuk lagu bergenre Bugis sebagaimana diistilahkan oleh penciptanya (Muhammad Ali) digubah dengan gaya 'sanjak pappaseng'.



Muhammad Ali --pencipta lagu-- sendiri menyebut karakternya dalam membuat lagu yakni pada setiap liriknya harus mempunyai pesan tertentu (sanja' pappaaseng). "Jadi semua lirik yang saya tulis di semua lagu saya itu sarat akan pesan moral dan kehidupan," ujarnya.


Dilla pun berjuang mendapatkan situasi emosional dan 'mengamuk' saat menyanyikan lagu ini mengingat betapa pentingnya lagu latar dalam mendukung sebuah film.



"Secara jujur, pernah ada satu waktu ketika proses take vokal sudah berjalan di mana setelah selesai rekaman, pada malam harinya saya menangis karena merasa tidak tahu harus membawa diri saya ke arah mana," Dilla mulai bercerita.


"Kondisi saya saat itu sedang batuk dan tidak memungkinkan untuk mengambil nada dengan maksimal. Hingga akhirnya saya menghubungi penulis lagu pada pukul tiga subuh dan mengatakan --'Kak, saya menyerah. Sudah berhari-hari kita take, tetapi suara saya belum juga sembuh'--,” kisahnya kepada media ini.



Lagu ini memang menyayat hati saat mana penyanyinya harus menumpahkan kegetiran manakala tokoh utama film harus melakoni tradisi 'turun ranjang' atau menikahi kakak ipar ketika kakak perempuannya sendiri dipanggil Yang Kuasa.


Tradisi yang kerap disebut Sitola Angkalungung ini memaksa tokoh utama gagal menikah dengan kekasihnya musabab ketaatan kepada orang tua dan adat.


Suasana konflik batin ini benar-benar harus dihayati oleh penyanyi sejak proses akustik hingga masuk dapur rekaman dan pembuatan klip video.



Film Mattaro Janci sendiri diluncurkan Minggu 1 Februari 2026 (gala première) sementara lagu Soro Lempu diluncurkan secara terpisah Rabu 4 Februari 2026.


Dari awal pembuatan secara amplakan (unplugged atau akustik), terang Ali, sampai selesai mixing (tata suara lagu) dan mastering (pemolesan akhir) pihaknya dibantu oleh teman-temannya para musisi hebat di Wajo. 


"Kalau untuk syair liriknya seratus persen dari saya dibantu translate (terjemahkan) --bahasa sehari-hari ke bahasa Bugis-- oleh Tutut Lugito, chord (akor) dibantu oleh Akbar Pratama (bang Gon) sampel vokal Nurul Arimbi yang di-direct (diarahkan) oleh Edy Afandi Shaziketu."



Setelah amplakannya (unplugged) selesai, ditransfer datanya ke komposer dan aranger (penata musik) yang bernama Muhammad Ikhsanul (Exel) yang lulusan S1 Musik di UNM dan sementara menyusun tesis S2 di Yogya. "Setelah aransemennya selesai saya perkenalkan ke penyanyi saya Dilla April (Fadillah Apriliani Firsan) dan di-direct (diarahkan) langsung oleh Kakak Ciko (Uci Kusuma) , Kakak Ardi, Kakak Jeff, dan Kakak Bari di Makassar," demikian Muhamad Ali berbicara kepada media ini.


Lagu ini diciptakan dan dinyanyikan oleh putra-putri Wajo di Sulawesi Selatan. Media ini mendapat informasi jikalau lokasi syuting juga di Bumi La Maddukkelleng.


Foto: Koleksi Dilla April dan Muhammad Ali








Berita Lainnya

Tampilkan

  • Pergulatan Ali dan Dilla Melahirkan Lagu "Soro Lempu" Lagu Latar Film Mattaro Janci
  • 0

Terkini