Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
© Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

FK-MGMP Bahasa Prancis se-Indonesia Bidani Kelahiran AGBPI dan Fasilitasi Kongres I

Admin
Sabtu, 06 Juni 2026 Last Updated 2026-06-06T12:53:17Z




Liputan Abdul Wahab Dai


YOGYAKARTA—Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (FK-MGMP) Bahasa Prancis se-Indonesia yang merupakan wadah komunikasi antar-Ketua MGMP Bahasa Prancis Provinsi atau gabungan Provinsi seantero Indonesia sedang “membidani” kelahiran organisasi profesi nasional guru mata pelajaran Bahasa Prancis pada sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah dari Sabang sampai Merauke.


Upaya FK-MGMP Bahasa Prancis ini dengan diketuai oleh Kartika Sri Hardjanti, S.Pd. dilakukan sesuai tuntutan regulasi Permendikbudristek Nomor 67 Tahun 2024 bahwa guru harus memiliki organisasi profesi (orprof) yang diakui oleh Pemerintah (Kementerian). Syarat utamanya adalah organisasi profesi ini hanya untuk guru dan anggotanya tidak boleh bergabung dengan dosen atau pengajar di lembaga lain. Jadi berdasarkan Permen semua mapel harus mempunyai  kelompok/asosiasi/himpunan dan sejenisnya yang meliputi seluruh wilayah Indonesia.


Bergulir sejak 19 Januari 2026 dengan serangkaian pertemuan virtual Ketua MGMP Bahasa Prancis Provinsi atau gabungan Provinsi se-Indonesia, kini proses telah tiba pada persiapan Kongres I Asosiasi Guru Bahasa Prancis Indonesia (AGBPI) .


Kongres I AGBPI akan digelar secara hibrida (luring dan daring) pada Sabtu, 4 Juli 2026. Untuk kongres tatap muka akan digelar di Gedung Erlangga Kota Yogyakarta dengan agenda utama kongres guru Bahasa Prancis se-Indonesia dimana sebagian prosesnya telah berlangsung secara daring yakni pembahasan AD/ART AGBPI sejak Januari hingga Juni 2026 termasuk Voting Daring Kandidat Ketua AGBPI pada 4 April 2026 –dengan Ketua AGBPI terpilih Riyantiarni, S.Pd.


Agenda Kongres I lainnya adalah seminar dan diskusi pendidikan, pelantikan Pengurus AGBPI Periode 2026-2030 serta pemaparan program kerja Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah (Wilayah I sampai Wilayah IV).


Realitas saat ini menunjukkan para “guru Bahasa Prancis SMA/SMK/MA” di Indonesia justru bergabung ke organisasi profesi “pengajar Bahasa Prancis” yang meliputi “guru, dosen, dan instruktur/tentor lembaga kursus Bahasa Prancis” sehingga tidak sesuai dengan Permen yang dimaksud. Saat ini mereka berorganisasi di Perhimpunan Pengajar Bahasa Prancis Seluruh Indonesia (PPPSI) di mana “guru-dosen-instruktur” bergabung.


Akan tetapi AGBPI tetaplah harus berjalan berbarengan dengan PPPSI sebab PPPSI berafiliasi dengan FIPF atau Federasi Guru Bahasa Prancis Sedunia dan Komisi Asia Pasifik atau CAP-FIPF. Salah satu agenda penting rutin PPPSI adalah Konferensi Internasional tentang Bahasa Prancis (CIF). Lagi pula PPPSI merangkum para dosen Prodi Studi Prancis (Sastra Prancis, Pendidikan Bahasa Prancis, serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Prancis) yang merupakan ‘kawah candradimuka’ guru-guru Bahasa Prancis di Indonesia. Guru-guru Bahasa Prancis di Indonesia dilahirkan oleh perguruan tinggi-perguruan tinggi dengan Prodi Studin Prancis di mana dosen-dosennya bergabung di PPPSI.


Kongres I AGBPI digelar ditengah keriuhan pascapidato Presiden RI di Prancis perihal instruksinya tentang perluasan pembelajaran bahasa Prancis di semua tingkatan sekolah dalam negeri.


Sumber Foto: Pengurus AGBPI

Berita Lainnya

Tampilkan

  • FK-MGMP Bahasa Prancis se-Indonesia Bidani Kelahiran AGBPI dan Fasilitasi Kongres I
  • 0

Terkini