Liputan Abdul Wahab Dai
YOGYAKARTA--Dr. Herman, S.Pd., M.Pd. sebagai Presiden Perhimpunan Pengajar Prancis Seluruh Indonesia (PPPSI) atau Association des professeurs de français d'Indonésie (APFI) pagi ini (Sabtu, 04/07/2026) berbicara kepada media ini menyambut baik perhelatan Kongres I Asosiasi Guru Bahasa Prancis Indonesia (AGBPI).
Kongres I AGBPI 2026 akan berlangsung sepanjang hari Sabtu (04/07/2026) di Gedung Erlangga Kota Yogyakarga dengan peserta 183 guru (72 hadir luring dan 111 hadir daring).
PPPSI adalah organisasi profesi "pengajar" bahasa Prancis yang meliputi "dosen di perguruan tinggi, guru di sekolah dan madrasah, serta instruktur/tentor di lembaga kursus". Sementara AGBPI adalah organisasi profesi spesial hanya untuk "guru Mata Pelajaran Bahasa Prancis" di sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah dalam negeri.
"Sebagai Ketua PPPSI-APFI, saya menyambut baik terbentuknya Asosiasi Guru Bahasa Prancis Indonesia (AGBPI) sebagai organisasi baru yang mewadahi para guru bahasa Prancis di Indonesia," Herman mulai berbicara.
Kehadiran AGBPI, lanjutnya, tentu dapat menjadi energi positif dalam memperkuat jejaring, kolaborasi, dan kontribusi para guru bahasa Prancis, khususnya di tingkat SMA, SMK, dan MA.
"PPPSI-APFI memandang AGBPI sebagai mitra strategis dalam upaya bersama membangun, memperkuat, dan meningkatkan eksistensi serta peran pengajaran bahasa Prancis di Indonesia."
Semakin banyak ruang kolaborasi yang terbuka, semakin besar pula peluang bagi bahasa Prancis untuk terus berkembang dan mendapat tempat yang lebih kuat dalam dunia pendidikan nasional.
Dalam konteks keorganisasian profesi, guru-guru bahasa Prancis SMA, SMK, dan MA tetap merupakan bagian penting dari PPPSI-APFI sebagai asosiasi pengajar bahasa Prancis di Indonesia yang secara langsung berafiliasi dengan federasi guru bahasa Prancis sedunia FIPF (Fédération internationale des professeurs de Français).
"Afiliasi internasional ini menjadi salah satu landasan penting bagi pengajar bahasa Prancis dalam membangun jejaring global, memperluas akses pengembangan profesional, dan memperkuat posisi pengajaran bahasa Prancis Indonesia di tingkat internasional," tutur Herman yang juga Ketua Departemen Pendidikan Bahasa Prancis di Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini.
"Saya berharap kehadiran AGBPI dapat semakin mendorong para guru bahasa Prancis untuk berperan lebih aktif dalam dinamika dan kegiatan PPPSI-APFI ke depan."
Dengan semangat kebersamaan, saling mendukung, dan kolaborasi yang konstruktif, kita dapat bersama-sama memperkuat masa depan pengajaran bahasa Prancis di Indonesia. Demikian Herman satu jam sebelum Kongres dibuka.
Sumber Foto: Arsip AGBPI dan PPPSI-APFI


