Liputan Abdul Wahab Dai
YOGYAKARTA--Kongres I Asosiasi Guru Bahasa Prancis Indonesia (AGBPI) akan segera dihelat di Kota Gudeg Yogyakarta akhir pekan ini Sabtu (04/07/2026). Gedung Erlangga di Kota Yogyakarta akan menjadi arena Kongres I yang akan dihadiri langsung (luring) oleh 72 pengurus dan anggota dan 111 lainnya hadir secara daring dari seantero Negeri.
Kongres perdana yang berlangsung secara hibrida ini telah dipersiapkan sejak awal tahun merujuk pada perkembangan regulasi terkini yang mengharuskan organisasi profesi guru bahasa Prancis nasional harus segera dibentuk terpisah dari organisasi sebelumnya yang mangakomodasi dosen, guru, dan instruktur/tentor bahasa Prancis.
Serial pertemuan virtual pun digelar secara bertahap atas sokongan Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (FK-MGMP) Bahasa Prancis se-Indonesia dengan Ketua Kartika Sri Hardjanti, S.Pd.
Segala kebutuhan organisasi dan kongres digodok dalam 6 bulan terakhir mulai dari Rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga R-AD/ART, upaya legalisasi organisasi ke akta notaris, susunan formatur, susunan pengurus, dan pemilihan Ketua.
"Jadi proses Kongres tidak lahir serta merta melainkan dibicarakan secara saksama dalam berbagai rapat daring yang dibuktikan dengan notula dan berita acara," ujar Riyantiarni, S.Pd. Ketua Terpilih AGBPI Periode 2026-2030.
"Boleh dikata proses Kongres itu enam bulan. Pemilihan Ketua digelar melalui pemungutan suara daring. Ini karena domisili guru-guru bahasa Prancis di Indonesia tersebar dari Aceh hingga Papua, dari Sulawesi Utara hingga Nusa Tenggara," terang Riyantiarni.
Riyantiarni menyebut AGBPI meliputi guru-guru dari berbagai elemen instansi mulai dari SMA, SMK, dan MA, baik negeri maupun swasta. "AGBPI diharapkan mampu membawa suara dan corak yang seimbang dalam kepengurusan perdana ini," ujarnya saat dihubungi media ini (Rabu, 01/07/2026).
Ketua Dewan Pembina AGBPI 2026-2030 sendiri adalah Dr. Herman M.Hum. akademisi Universitas Negeri Yogyajarta yang juga Presiden Perhimpunan Pengajar Prancis Seluruh Indonesia (PPPSI) atau APFI (Association des professeurs de français d'Indonésie) tempat bernaung para dosen, guru, serta instruktur dan tentor bahasa Prancis di Indonesia.
Sebagaimana dilihat oleh reporter media ini pada lampiran salinan Keputusan AGBPI, Dewan Pembina lainnya berasal dari Sekolah Rakyat Menengah Atas 22 Kota Malang Rahmah Dwi Nor Wita Imtikhanah, S.Pd., M.Sc.
Di bawah Dewan Pembina terdapat Dewan Pengawas (salah satunya Ketua FK-MGMP Bahasa Prancis se-Indonesia), Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, dan Divisi-divisi termasuk Pengurus Wilayah I, II, II, dan IV.
Sumber Foto: Pengurus AGBPI


