Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
© Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Wija Ranreng Keera, dari Riung Keluarga, Silaturahmi, Arisan, hingga Halalbihalal

Admin
Senin, 23 Maret 2026 Last Updated 2026-03-23T13:42:40Z


Liputan Abdul Wahab Dai


TERSEBUTLAH beberapa nama ranreng yang pernah memimpin di wilayah Babana  Keera (kini Toboko di Desa Keera, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan). 



Ranreng-ranreng tersebut adalah Ranreng Keera Andi Tenri Paru Opu Daeng Niati (anak keturunan dari Lamakkasau Arung Keera Dulung Pitumpanua), Ranreng Keera A. Palallo Opu Daeng Paliweng, lalu dilanjutkan ke A. Paselengi Puang Daeng Patalo.


Opu Tomaddanreng, salah seorang keturunan mereka dalam wawancara khusus dengan media ini di Bolabakka, Kelurahan Bulete, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan menyebut anak-pinak dan keturunan mereka kini  berupaya melestarikan atau menjaga rumpun keluarga mereka.



Akhirnya dibentuklah paguyuban keluarga besar Wija Ranreng Keera (WRK) pada hari Minggu, 14 Agustus 2022 dan sampai hari ini telah teridentifikasi 980 orang yang berdomisili di pelbagai tempat.


Di antaranya ada di Wajo, Makassar, Bone, Sinjai, Jakarta, Mojokerto, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, Batam, Sorong, Papua, Timinabuang, Poso, Kolaka bahkan ada beberapa yang tinggal di jiran Malaysia, dan masih ada beberapa yang belum terdata.



Salah seorang pengurus WRK Prof. Dr. H. Nukhrawi Nawir, M.Kes., AIFO. atau Daeng Mangawing dalam sambutannya saat Halalbihalal Wija Ranreng Keera hari Senin (23/03/2026) ini di Bolabakka menyebut paguyuban ini akan dibuatkan sebuah akta untuk legalitas kegiatan mereka.


Beberapa kegiatan yang sudah pernah terlaksana sejak berdiri di antaranya riung keluarga (family gathering) berupa Siilaturahmi Akbar I di Villa Mawar Malino 2025 (di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan). Ada pula arisan yang berlangsung hingga sekarang sejak paguyuban diinisiasi.

"Setelah Iduladha nanti kita agendakan silaturahmi di Keera. Kami terus mencoba merajut silaturahmi sebagai rumpun keluarga besar," ujar Nukhrawi Nawir.



Opu Tomaddanreng menyebut nama Besse Masiang --yang kerap disebut dewasa ini-- adalah leluhur Ranreng Keera.


Ranreng adalah pejabat atau bangsawan tinggi yang memegang otoritas adat dan pemerintahan di wilayah Keera dan bagian dari struktur elite dalam sistem pemerintahan tradisional Wajo masa lalu.



Menurut sejarah tempo dulu Distrik Pitumpanua dipimpin oleh seorang dulung yang membawahi Keera, Bulete, Batu, Lauwa, Tanete, Paselloreng, dan Awo (tujuh atau pitu wanua). Terdapat 20 wanua yang terbentuk dan bertahan hingga 1960 termasuk Wanua Pitumpanua di Wajo.


Pada tahun 1960 terbentuk lah 10 kecamatan yang merupakan gabungan wanua-wanua termasuk Kecamatan Pitumpanua. Pada tahun 1998 Kecamatan Pitumpanua dimekarkan dan terbentuklah Kecamatan Keera.


"Saat ini Kecamatan Keera berjuluk Bumi Masiang merujuk pada nama Besse Masiang, leluhur Ranreng Keera," ujar Opu Tomaddanreng.


Sumber Foto: Arsip WRK, Abdul Wahab Dai

Berita Lainnya

Tampilkan

  • Wija Ranreng Keera, dari Riung Keluarga, Silaturahmi, Arisan, hingga Halalbihalal
  • 0

Terkini