Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
© Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Kongres Perdana Asosiasi Guru Bahasa Prancis Indonesia Dipersiapkan Liputan Abdul Wahab Dai

Admin
Sabtu, 02 Mei 2026 Last Updated 2026-05-02T09:10:42Z


Liputan Abdul Wahab Dai


JAKARTA--Pada akhir Oktober 2025 GTK Kemendikdasmen RI menggelar kegiatan Fasilitasi Organisasi Profesi Guru sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 67 Tahun 2024 di mana disimpulkan bahwasanya guru harus memiliki organisasi profesi (orprof) yang diakui oleh Pemerintah (Kementerian). 


Syarat utamanya adalah organisasi profesi ini hanya untuk guru dan anggotanya tidak boleh bergabung dengan dosen atau pengajar di lembaga lain. Jadi berdasarkan Permen semua mapel harus mempunyai  kelompok/asosiasi/himpunan dan sejenisnya yang meliputi seluruh wilayah Indonesia.



Realitas saat ini menunjukkan bahwasanya para “guru Bahasa Prancis” di Indonesia justru bergabung ke organisasi profesi “pengajar Bahasa Prancis” yang meliputi “guru, dosen, dan instruktur/tentor lembaga kursus Bahasa Prancis” sehingga tidak sesuai dengan Permen yang dimaksud.


Saat ini terdapat beberapa organisasi profesi di mana guru bahasa Prancis bergabung yakni Perhimpunan Pengajar Prancis Seluruh Indonesia (PPPSI) di mana “guru-dosen-instruktur” bergabung, Asosiasi Guru Bahasa Asing atau AGBA-PGRI di mana guru Bahasa Prancis-Jerman-Arab-Jepang, Korea-Mandarin bergabung di bawah naungan Persatuan Guru Republik Indoneisa (PGRI), dan Forum Guru Madrasah Nasional Bahasa atau FGMN Bahasa Prancis yakni guru-guru Bahasa Prancis dibawah naungan Kemenag RI. 


Komunitas lainnya adalah Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (FK-MGMP) Bahasa Prancis se-Indonesia, Asosiasi Guru Bahasa Asing Indonesia (AGBAI) di luar naungan PGRI, dan beberapa komunitas/paguyuban seperti Ikatan Guru Honorer Bahasa Prancis Indonesia.


Maka pada tanggal 19 Januari 2026 dibentuklah Tim Formatur dengan tugas membuat rancangan AD/ART Orprof Asosiasi Guru Bahasa Prancis Indonesia (AGBPI) yang beranggotakan “hanya guru” Bahasa Prancis dan pada tanggal 21 Januari 2026 digelar pertemuan virtual Google Meet yang melibatkan semua Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Prancis semua Provinsi (gabungan Provinsi) se-Indonesia. Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi (FK) MGMP Bahasa Prancis se-Indonesia. 


Selanjutnya FK-MGMP BPI menggelar pertemuan virtual beberapa kali untuk mengatasi kendala jarak dari Sumatra sampai Papua. Selain membahas orprof baru sesuai regulasi, mereka juga membahas keberlangsungan dan keberadaan mapel Bahasa Prancis dan keanggotaan orprof AGBPI yakni semua guru mapel Bahasa Prancis tingkat Menengah (SMA/SMK/MA baik negeri maupun swasta).



Pertemuan memutuskan nama orprof, pendanaan, badan hukum orprof, dan rancangan pengurus harian orprof. Pada tanggal 23 Januari 2026 logo AGBPI mulai muncul dan dibahas dan direvisi pada tanggal 28 Januari 2026. Rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) AGBPI mulai dibahas pada tanggal 30 Januari 2026 dan direvisi pada tanggal 8 Februari 2026 bersamaan dengan munculnya rancangan desain stempel AGBPI . 


Pada tanggal 9 Februari 2026 Kongres I AGBPI mulai dibicarakan. Mereka mengagendakan Kongres I AGBPI 2026 di Yogyakarta pada tanggal 4 Juli 2026 dengan pertimbangan sebaran guru Bahasa Prancis di Pulau Jawa lebih banyak dibandingkan tempat-tempat lainnya di Indonesia. 


Untuk mengatasi kendala geografis, Kongres AGBPI I 2026 akan digelar secara hibrida yakni gabungan luring-daring. Sebelumnya pada tanggal 4 April 2026 digelar Voting Daring Kandidat Ketua AGBPI.


Sumber Foto: AGBPI dan Arsip

Berita Lainnya

Tampilkan

  • Kongres Perdana Asosiasi Guru Bahasa Prancis Indonesia Dipersiapkan Liputan Abdul Wahab Dai
  • 0

Terkini