Liputan Abdul Wahab Dai
WAJO--Paguyuban Wija Ranreng Keera (WRK) melalui S. Bahri Niabara (Ketua Panitia Pelaksana WRK Berkurban 2026) mengusulkan agar kiranya Lapangan Sepak Bola Ballere di Kelurahan Ballere, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan diberi nama Lapangan La Makassau Arung Keera Dulung Pitumpanua.
“Melalui kesempatan ini melalui Paguyuban WRK, kita mengusulkan agar Lapangan Ballere yang dahulu kala bernama Lapangan Keera agar diberi nama Lapangan La Makassau Arung Keera Dulung Pitumpanua,” ujar S. Bahri Niabara dalam sambutannya di hadapan Camat Keera Muhammad Asri, S.Sos, yang turut menghadiri undangan Silaturahmi WRK Berkurban 2026 di kediaman Andi Tenri Abeng Andi Mappettadda di Kelurahan Ballere, Kecamatan Keera siang ini Jumat (29/05/2026).
Dalam suasana Iduladha Paguyuban WRK menggelar WRK Berkurban 2026 dengan tema Momentum Kurban, Kita Merawat Harmonisasi Kekeluargaan dalam Berbagi Kebahagiaan. Tampak hadir Prof. Dr. Nukhrawi Nawir, M.Kes., AIFO (Daeng Mangawing) –akademisi UNM--salah seorang Pengarah Wija Ranreng Keera yang menyebut beberapa kegiatan telah dilaksanakan di antaranya renovasi makam leluhur.
Juga hadir Prof. Ir. Muhammad Ramli, M.T., Ph.D., dan Dr. Anna Islamiayati, S.Si., M.Si. –keduanya akademisi Unhas—dan segenap keluarga besar Wija Ranreng Keera dari 12 jalur kerabat dari berbagai tempat. Silaturahmi berlangsung hikmad dengan kehadiran Camat Keera serta Kepala Desa Keera Syamsurida, S.Sos. Mereka menyediakan hewan kurban 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing.
Opu Tomaddanreng yang merupakan salah satu perintis berdirinya penguyuban WRK kepada media ini menyebut makam yang direnovasi seperti makam La Paduai Petta Puji Dulung Pitumpanua bin La Makkasau Arung Keera Dulung Pitumpanua bin La Temmassonge Sultan Abdul Razak Jalaludin Mangkau (Raja) Bone XXII Datu Soppeng XXV di Jerrae (Bulete-Pitumpanua) dan makam Andi Palallo Opu Daeng Paliweng –salah satu keturunan Arung Batu--di Ading (Tobarakka-Pitumpanua).
Nukhrawi Nawir melanjutkan bahwa penguyuban ini dibentuk dengan harapan agar wija kerukunan Ranreng Keera makin terjalin dengan baik di mana Ranreng Keera dahulu kala memimpin di wilayah Babana Keera (Toboko) dan pusat pemerintahannya di Toboko
Dalam wawancara setelah acara Nukhrawi menyebut paguyuban ini senantiasa mencoba memperkuat jejaring kekerabatan, bahkan pihaknya berpikir untuk menggelar kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi Kecamatan Keera misalnya bantuan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis dan kegiatan-kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.
Camat Keera pun menyebut dirinya sebagai kepala pemerintahan akan mendukung setiap kegiatan WRK yang bermanfaat termasuk menginventarisasi jalan-jalan yang dapat diberi nama dengan nama leluhur Keera.
Sumber Foto: Abdul Wahab Dai dan Opu Tomaddanreng








