Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
© Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Tudang Sipulung Warnai Pelantikan KKSS Eropa, Tarian dan Kuliner Sulawesi Selatan Tersaji

Admin
Senin, 29 Juni 2026 Last Updated 2026-06-29T16:20:23Z


Laporan Indah Dahniar-Dietrich

dari Niederbuchsiten (Solothurn) Swis


Editor: Abdul Wahab Dai


DEN HAAG--Musik organ tunggal dari pramuirama (DJ) Lisa mulai mengalun. Aroma masakan khas Bugis-Makassar menggugah selera mulai tercium. Orang-orang yang hadir di gedung Center Party Our House di kota Den Haag Belanda mengenakan warna-warni baju bodo dan lipak sabbé Bugis-Makassar, baju adat Toraja serta Mandar.


Ada keceriaan lewat gelak tawa dan kebahagiaan ketika mereka bertegur sapa dengan dialek daerah asal nun jauh di Timur Jauh. Diaspora berdarah Sulawesi Selatan ini pun saling berkenalan dengan penuh keakraban. Hal ini tersirat pada wajah tetamu yang mulai berdatangan memenuhi ruangan acara. 



Mereka adalah para diaspora Sulawesi Selatan yang kini berdomisili di benua biru Eropa. Hari itu Sabtu 13 Juni 2026 sejak pukul 14.00 hingga 21.30 di Den Haag Belanda pada acara Tudang Sipulung, bila diartikan dalam Bahasa Indonesia yaitu Duduk Bersama, bersilaturahmi dengan moto: Satu Naungan, Satu Persaudaraan, Satu Rasa.


Acara Tudang Sipulung (ᨈᨘᨉ ᨔᨗᨄᨘᨒᨘ) kali ini diselenggarakan oleh diaspora Indonesia Sulawesi Selatan yang berada di Belanda dalam naungan KKSSE (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) Eropa yang dibentuk pada tahun 2016, sepuluh tahun yang lalu di Paris Prancis dengan Ketua Nena Doligez. 



Sejak terbentuknya KKSSE ajang silaturahmi serupa sudah pernah diselenggarakan berturut turut di Belanda, Jerman dan Swis dengan rangkaian pentas seni budaya dan kuliner khas.


Ada sesuatu yang berbeda dan istimewa pada acara di Den Haag kali ini yaitu dibentuknya pengurus baru KKSSE yang sempat vakum sejak 2019 lalu akibat pandemi COVID-19. 



Herlina Zain (dari Belanda) terpilih sebagai Ketua dan Husnah Manwan (Hungaria) sebagai Wakil Ketua. Pengurus KKKSE yang baru ini dilantik dan dikukuhkan bersama para pengurus wakil dari berbagai negara di Eropa seperti Prancis, Jerman, Swis, Austria, dan Belanda sendiri selaku tuan rumah oleh Liliy Salurapa selaku Wakil Ketua Umum BPP KKSS Bidang Diaspora dan Hubungan Internasional yang didampingi oleh Dewi Sartika Pasande (Wakil Ketua Departemen hmm Hubungan Internasional) yang datang langsung dari Jakarta ke Den Haag untuk menghadiri acara penting ini. 


Turut hadir Mariska Dwianti Dhanutirto dari KBRI Den Haag untuk Kerajaan Belanda secara resmi menabuh gendang tanda pembukaan pentas seni dan budaya. 


Komunitas Sulsel yang berada di Swis pun sangat senang menyambut acara ini sejak awal perencanaan sekitar akhir 2025 lalu. Utamanya antusiasme kelompok ibu-ibu penari Sulawesi di Swis yang berjumlah 6 orang yang berangkat ke Belanda untuk mengisi acara pentas seni. 


Kami membawakan dua tarian yaitu Tari Malluya dari suku Mamasa Sulawesi Barat dan Tari Kalompoanna Parasanganta`(dari suku Makassar Sulawesi Selatan) yang membuat para hadirin terkesan dan mengobati kerinduan akan kampung halaman.  



Walaupun Tari Malluya adalah tarian khas Sulbar, tetapi tetap kami tampilkan karena Tanah Mandar pernah menjadi bagian dari Sulawesi Selatan sebelum memisahkan diri dan membentuk provinsi baru Sulawesi Barat.


Tarian unik ini sudah pernah ditampilkan dua kali di Swis. Untuk tetap mempromosikan tarian tersebut kami tampilkan kembali di Belanda. Terima kasih yang sebesar besarnya kepada Cynthia Lebet-Kaluntas sebagai koreografer tarian Malluya yang juga jebolan Yama, serta pengarah tari Kalompoanna Parasanganta ciptaan Yusuf Madjid --Ketua Yama (Yayasan Anging Mammiri Makassar).


Waktu telah menunjukkan sekitar pukul 21.30, terasa berat langkah meninggalkan gedung di mana kami seharian berjumpa dengan saudara-saudari kami dari Sulawesi Selatan, serasa pulang kampung diiringi dengan lagu, musik dan tarian tradisional Pagellu, Mappadendang, Bosara, dan Akkarena Sipulung.


Kami pun baru tersadar ketika keluar gedung, ternyata kami berada di Negei Belanda, bukan di Tenogi, Tana Mangkasara`dan Toraya.


Pertemuan yang sungguh berkesan!

Foto: KKSS Eropa

Berita Lainnya

Tampilkan

  • Tudang Sipulung Warnai Pelantikan KKSS Eropa, Tarian dan Kuliner Sulawesi Selatan Tersaji
  • 0

Terkini