WAJO--Dua desa di Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan yakni Desa Awo dan Desa Awota kerap mengalami gangguan pasokan listrik berupa tegangan tidak stabil, penurunan dan fluktuasi tegangan.
Kejadian ini sudah berlangsung lama secara sporadis di ke dua desa penghasil buah durian ini sebagaimana terpantau oleh media ini.
Jika ada laporan yang masuk biasanya ditangani oleh PLN melalui petugas yang dikirim ke lapangan. Akan tetapi frekuensi kejadian suplai listrik tersendat membuat warga desa mengalami gangguan aktivitas.
Herman Arif, S.H., Ketua Komisi III DPRD Wajo berbicara kepada media ini (Selasa, 14/07/2026) mengatakan bahwa apapun alasannya PLN tidak boleh mengorbankan masyarakat Desa Awo dan Awota.
Seharusnya Masyarakat Awo dan Awota mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat lain yang ada Wajo. "Tidak boleh ada diskriminasi terkait pemakaian listrik," ujar legislator Gerindra dari Daerah Pemilihan Pitumpanua-Keera ini.
Ashar Arsyad dari PLN Kantor Pelayanan Keera saat dikonfirmasi hari ini mengatakan penyebab terjadinya gangguan jaringan bertegangan dan sering drop diakibatkan karena binatang seperti kus-kus, ular, tokek/kadal, tikus, dan kelelawar.
"Bila hewan-hewan ini terkena tegangan maka putus pengaman cut out jaringan," ujarnya mencoba menanggapi keluhan warga. Menurut Ashar Arsyad pihaknya sudah banyak memasang pengaman binatang tersebut akan tetapi kerap lolos juga.
"Jadi kalau itu terjadi kadang kami petugas cari dulu penyebabnya sehingga kadang agak lama baru tegangan dinormalkan," terang Ashar yang kerap keluar malam mengatasi gangguan.
Foto: Arsip
Editor: Abdul Wahab Dai


