Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
© Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

KKN Unhas Gel.116 Desa Keera Siapkan Profil Digital Dwibahasa untuk Kawasan Rehab Hutan Bakau

Admin
Senin, 13 Juli 2026 Last Updated 2026-07-13T12:55:07Z


Liputan Abdul Wahab Dai


WAJO--Ulul Albab --mahasiswi Universitas Hasanuddin yang sedang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 di Desa Keera, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan-- mengajukan program kerja Penyusunan Bilingual Eco-Profile (Profil Lingkungan Dwibahasa) sebagai Instrumen Promosi dan Edukasi Berkelanjutan di Kawasan Rehabilitasi Hutan Mangrove (Hutan Bakau) di hadapan perwakilan masyarakat Desa Keera (Senin, 13/07/2026) saat  Seminar Program Kerja yang berlangsung alot di Aula Kantor Desa Keera.



Program Kerja Individu besutan mahasiswi Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya ini linier dengan Program Kerja Kelompok berupa Inventarisasi Tumbuhan Mangrove (Bakau) dalam Rangka Rehabilitasi Hutan Bakau di Pesisir Pantai Desa Keera.


"Kami memandang kerusakan hutan bakau di pesisir pantai Keera memicu abrasi setiap tahunnya," papar Wahyu Hidayat Koordinator Desa Posko KKN-TID Unhas Gelombang 116 Desa Keera. 



Inilah yang akan dibuatkan profil digitalnya oleh Ulul Albab berupa buklet digital dan bagian buku (book chapter) yang dapat diakses dengan mudah oleh siapapun menggunakan Kode QR dan bahkan profil ini akan diunggah di situs web desa. Kode QR akan dipasang di tempat-tempat strategis di desa.


Konten pada profil menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai bagian dari eduwisata (eco-tourism) yang ramah bagi para wisatawan. Mereka tinggal memindai kode QR di gawai mereka.



Soal rehabilitasi hutan bakau, Bakhtiar, S.Pi. Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Wajo menyarankan agar jenis yang ditanam adalah sebagian Rhizophora (bakau) dan Avicennia (api-api). "Jangan satu jenis saja," demikian saran Bakhtiar sambil mengulik kelemahan dan kelebihan ke dua jenis tanaman ini.



Wahyu Hidayat sendiri dari Prodi Kehutanan Fakultas Kehutanan menawarkan program Penegasan Batas Dusun dan RT/RW Secara Digital Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang linier dengan program kerja yang dilansir oleh Fakhri Athallah Ramadhan dari Prodi Rekayasa Kehutanan pada fakultas yang sama.


Dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Alya Sriwahyuni yang menekuni Prodi Kimia akan memberdayakan masyarakat Desa Keera dengan program individunya Pemanfaatan Limbah Sekam Padi untuk Pembuatan Briket.


"Daripada limbah sekam padi hanya dibakar atau dibuang saja, kita dapat mengolahnya menjadi arang briket dan ini dapat mengurangi limbah," terang Alya.


Program kerja para mahasiswa Kampus Merah ini benar-benar memanfaatkan teknologi informasi dan ramah lingkungan. 


Program ramah lingkungan lainnya adalah Pemanfaatan Daun Pepaya (Carica papaya L.) sebagai Pestisida Nabati Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan. "Petani masih bergantung pada pestisida kimia yang relatif mahal, ini berbiaya murah," ujar Aulia Asti Putri dari Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian.


Mahasiswa lainnya Yogy Saputra dari Prodi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis akan menyusun Profil Desa Keera sebagai Basis Informasi Potensi dan Kondisi Ekonomi Desa.



Seminar Proker dibuka oleh Camat Keera Muhammad Asri, S.Sos., M.Si. Kepala Desa Keera Syamsurida dalam sambutannya menyambut baik kedatangan para mahasiswa Unhas ini di Desa Keera. 


Hadir pula Babinsa Keera Serda Muhammad Aras yang berkomitmen membantu para mahasiswa menyukseskan program rehabilitasi hutan bakau di Desa Keera.


Sumber Foto: Posko KKN-TID Unhas Gel.116 Desa Keera, IG kknt116.keera, Arsip

Berita Lainnya

Tampilkan

  • KKN Unhas Gel.116 Desa Keera Siapkan Profil Digital Dwibahasa untuk Kawasan Rehab Hutan Bakau
  • 0

Terkini