KOTA GORONTALO--Sejarah baru pendidikan inklusif di Provinsi Gorontalo mulai ditorehkan. Pemerintah Provinsi Gorontalo secara resmi memulai pembangunan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Kota Gorontalo di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Senin (25/5/2026).
Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik bangunan sekolah, melainkan jawaban konkret dan nyata atas seluruh usulan, aspirasi, dan perjuangan panjang para pegiat disabilitas yang selama ini bersuara demi pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Kehadiran fasilitas ini menjadi bukti sahih bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo benar-benar memperhatikan, mendengar, dan menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan masyarakat.
Hal ini terwujud melalui komitmen kuat pemerintah yang setiap tahun secara rutin menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Inklusi, sebuah forum strategis yang berjalan di bawah naungan Forum Gorontalo Inklusi DULOHUPA.
Melalui wadah inklusif ini para pegiat disabilitas, kelompok rentan, dan masyarakat luas memiliki ruang khusus dan setara untuk menyampaikan gagasan, kebutuhan mendesak, dan usulan pembangunan langsung kepada pemerintah.
Selama bertahun-tahun dalam setiap pelaksanaan Musrenbang Inklusi melalui Forum tematik DULOHUPA, kebutuhan akan sekolah luar biasa terus disuarakan agar anak anak yang berkebutuhan yang lebih dekat dan terjangkau di wilayah utara Kota Gorontalo selalu menjadi prioritas utama.
Kini usulan yang terus diperjuangkan dalam forum tersebut tidak lagi sekadar catatan rapat melainkan berubah menjadi struktur nyata yang akan mengubah masa depan pendidikan di wilayah ini.
Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim --yang secara langsung meninjau lokasi pembangunan-- menegaskan bahwa proyek ini adalah wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk tidak mengabaikan satu pun warganya.
"Pembangunan SLBN 2 Kota Gorontalo ini adalah ikhtiar bersama, sekaligus bukti bahwa aspirasi masyarakat, terutama usulan-usulan berharga dari para pegiat disabilitas yang disampaikan setiap tahun dalam Musrenbang Inklusi melalui Forum Gorontalo Inklusi DULOHUPA menjadi prioritas utama kami. Kami paham betul bahwa akses layanan pendidikan yang layak adalah hak dasar setiap anak, tanpa terkecuali. Pemerintah hadir karena kami mendengar, dan kami bangun karena kami peduli agar tidak ada anak yang tertinggal," tegas Sofian Ibrahim.
SLBN 2 Kota Gorontalo nantinya akan menjadi pusat layanan pendidikan yang sangat dinanti, melayani peserta didik dari tiga kecamatan utama yakni Kecamatan Sipatana, Kecamatan Kota Tengah, dan Kecamatan Kota Utara.
Ketiga wilayah ini selama ini menjadi fokus perhatian para pegiat karena belum memiliki SLB dalam jangkauan mudah, sehingga banyak anak berkebutuhan khusus harus menempuh perjalanan jauh dan berat hanya untuk menuntut ilmu.
Melalui pembangunan ini, harapan besar yang didengungkan dalam Forum Inklusi DULOHUPA akhirnya terwujud: anak-anak berkebutuhan khusus kini akan memiliki tempat belajar yang aman, dekat dengan rumah, dan didukung fasilitas yang sesuai kebutuhan.
Proyek strategis ini dibiayai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp5,5 miliar, bersumber dari Direktorat PKLK, Direktorat Jenderal Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Pembangunan ditargetkan tuntas dalam waktu enam bulan ke depan.
Sesuai arahan tegas Sekdaprov, pelaksanaan pembangunan wajib berjalan tepat waktu, tepat biaya, dan tepat kualitas sesuai standar nasional.
Uniknya, proyek ini juga menerapkan sistem swakelola dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan penggunaan bahan baku dari masyarakat sekitar. Langkah ini tidak hanya memastikan keterlibatan warga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Dulomo Selatan dan sekitarnya.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menegaskan posisinya sebagai pemerintah yang responsif dan inklusif. Setiap usulan yang disampaikan masyarakat melalui mekanisme resmi seperti Musrenbang Inklusi dan Forum Gorontalo Inklusi DULOHUPA adalah landasan utama dalam setiap kebijakan dan pembangunan yang dilakukan.
Kini, akses pendidikan yang setara dan berkualitas bagi anak berkebutuhan khusus Gorontalo semakin nyata di depan mata.
Editor: Abdul Wahab Dai
Foto: Ahmar Djalil


