Oleh: Baso Reyhan Juandafebriza
Mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Unhas
WAJO--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan sosialisasi Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) di Desa Lalliseng, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan pekarangan rumah melalui teknologi budidaya yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Sosialisasi tersebut dipandu oleh Baso Reyhan Juandafebriza mahasiswa KKN dengan menghadirkan materi mengenai konsep Budikdamber, manfaat, alat dan bahan yang digunakan, langkah pembuatan, hingga teknik pemeliharaan ikan dan tanaman dalam satu media budidaya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme masyarakat yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai penerapan Budikdamber di lingkungan rumah masing-masing.
Selain memberikan pengetahuan mengenai teknik budidaya, mahasiswa KKN juga menjelaskan manfaat Budikdamber sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. Dengan modal yang relatif terjangkau, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan protein hewani dan sayuran segar secara mandiri tanpa memerlukan lahan yang luas. Inovasi ini juga diharapkan mampu menjadi peluang usaha rumah tangga apabila diterapkan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini sejalan dengan capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 14 Kehidupan di Bawah Air (Life Below Water) melalui pengenalan teknik budidaya ikan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Selain itu, program ini juga mendukung SDGs poin 15 Kehidupan di Darat (Life on Land) karena mendorong pemanfaatan pekarangan rumah secara produktif, meningkatkan penghijauan melalui budidaya tanaman, serta mengurangi limbah dengan konsep budidaya terpadu.
Dosen Pembina KKN (DPK) Tematik Universitas Hasanuddin, Dr. Hafizhah Al Amanah, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa program Budikdamber merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah kegiatan KKN berakhir.
Pelaksana kegiatan Baso Reyhan Juandafebriza, menjelaskan bahwa Desa Lalliseng memiliki potensi yang baik untuk mengembangkan Budikdanber karena sebagian besar masyarakat telah memiliki pengalaman dalam bidang pertanian maupun perikanan.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin menunjukkan bahwa budidaya ikan tidak selalu membutuhkan kolam yang luas. Dengan memanfaatkan ember dan pekarangan rumah, masyarakat sudah dapat menghasilkan ikan konsumsi dan sayuran secara bersamaan. Kami berharap Budikdamber dapat menjadi alternatif sederhana dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus memanfaatkan lahan yang selama ini belum digunakan secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang peserta sosialisasi, Erwin, S.Pd. memberikan apresiasi terhadap inovasi yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin.
“Saya baru melihat yang seperti ini. Saya harap Budikdamber ini dapat dilaksanakan di setiap rumah warga, khususnya di sekolah tempat saya mengajar yaitu SMP Negeri 3 Keera yang menjadi perwakilan kebersihan kecamatan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin berharap Budikdamber tidak hanya menjadi program kerja selama masa pengabdian, tetapi juga dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Lalliseng sebagai salah satu inovasi sederhana dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membuka peluang ekonomi berbasis rumah tangga. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan inovasi ini mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan desa.
Foto: Baso Reyhan Juandafebriza
Editor: Abdul Wahab Dai






